RAPBN 2027 Tembus Rp4.097 Triliun, Belanja Negara Cetak Rekor Baru
tunasnusantarainstitut.id - Angka fantastis muncul dalam rancangan APBN 2027. Pemerintah menyiapkan belanja negara hingga Rp4.097,2 triliun, menembus level Rp4.000 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia. Dilansir idnfinancialscom, Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mengatakan, besarnya belanja tersebut menjadi bagian dari desain APBN 2027 yang tengah dibahas bersama DPR RI. Pemerintah menetapkan target defisit sebesar 2,40% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “RAPBN 2027 kita desain sehingga kemungkinan besar ini pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia belanja negara melebihi Rp4.000 triliun,” tegas Suahasil dalam acara Antara Business Forum 2026, Rabu (23/09/2026). Belanja negara tersebut meningkat dibandingkan alokasi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.842,7 triliun. Kenaikannya mencapai sekitar Rp254,5 triliun. Menurut Suahasil, peningkatan belanja tidak semata-mata menunjukkan besarnya anggaran yang dikeluarkan pemerintah. Di balik angka tersebut terdapat tanggung jawab untuk memastikan belanja negara memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat. “Program peningkatan produktivitas, program kesehatan, program pendidikan, program untuk memberikan perlindungan sosial, program untuk memastikan konektivitas infrastruktur,” ujar Suahasil. Pemerintah juga akan menyinergikan belanja negara dengan investasi Danantara serta aktivitas sektor keuangan lainnya untuk mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Di sisi pendapatan, pemerintah memperkirakan penerimaan negara pada 2027 mencapai Rp3.426 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Adapun pembiayaan anggaran direncanakan sebesar Rp671,2 triliun, dengan defisit tetap dijaga pada level 2,40% terhadap PDB. Sementara itu, kondisi APBN 2026 hingga Agustus mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB. Defisit tersebut terjadi karena realisasi belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan yang telah dikumpulkan pemerintah. Hingga Agustus 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.055 triliun, atau 65,2% dari target APBN, dengan pertumbuhan 25,4% secara tahunan. Pada periode yang sama, belanja negara telah mencapai Rp2.295 triliun, atau sekitar 59% dari target APBN, dengan pertumbuhan 17% secara tahunan. Meski mencatat defisit, keseimbangan primer APBN hingga Agustus 2026 masih berada di zona surplus sebesar Rp154 triliun. Suahasil menilai kinerja APBN hingga Agustus masih sesuai dengan jalur yang direncanakan pemerintah. “Pada akhir Agustus kemarin APBN itu telah mengumpulkan pendapatan 65,2% dari targetnya. Untuk pencapaian akhir bulan Agustus menurut saya ini on track,” jelasnya.