Danantara Gandeng Raksasa Teknologi Thales, Fokus AI hingga Keamanan Siber
tunasnusantarainstitut.id - Danantara Indonesia memperkuat langkah investasi di sektor teknologi strategis melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi global Thales. Kedua pihak menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang mencakup empat bidang utama, yakni kecerdasan buatan (AI), sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber, pada Kamis, (24/09/2026). Kerja sama tersebut menjadi kerangka awal untuk menjajaki berbagai peluang investasi teknologi di Indonesia. Kolaborasi ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas inovasi, daya saing industri dalam negeri, serta ketahanan nasional dalam jangka panjang. Bagi Danantara Indonesia, keempat sektor tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan penguatan kedaulatan nasional. Sementara itu, Thales membawa pengalaman dan keahlian teknologi global di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, dan solusi digital. Perusahaan tersebut telah memiliki kehadiran di Indonesia selama hampir 50 tahun. Melalui MoU tersebut, Danantara dan Thales akan mengeksplorasi sejumlah peluang kerja sama, termasuk manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan aplikasi AI, pusat operasi keamanan siber, hingga teknologi pasca-kuantum. Kolaborasi tersebut juga membuka peluang keterlibatan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada dalam ekosistem Danantara dan bergerak di sektor terkait. Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office, Danantara Indonesia, Ricardo Irwan Rei, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri strategis berbasis teknologi. “Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini bahwa investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas.” bebernya Dari sisi Thales, kerja sama ini menjadi langkah untuk memperluas kolaborasi dengan Indonesia di sektor teknologi strategis. Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group, Guy Bonassi, mengatakan Thales siap berkontribusi dalam proyek-proyek strategis yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas industri lokal. “Thales sangat antusias dapat bekerja sama dengan Danantara untuk pertama kalinya di sektor-sektor mutakhir dan strategis seperti AI dan pertahanan,” ujar Bonassi. Menurutnya, pengalaman hampir lima dekade di Indonesia menjadi modal bagi Thales untuk menghadirkan teknologi yang mendukung kedaulatan dan ketahanan ekonomi nasional. Meski demikian, MoU tersebut masih merupakan kerangka kerja awal. Setiap rencana investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut, termasuk mempertimbangkan ketentuan tata kelola yang berlaku serta kesepakatan definitif antara kedua pihak. Dengan demikian, realisasi investasi maupun proyek konkret dari kerja sama tersebut masih menunggu proses kajian dan pembahasan lanjutan antara Danantara Indonesia, Thales, serta pihak-pihak terkait.